Membaca Bahasa, Menyusun Imajinasi
Setiap kata membawa jejak. Di dalam teks, ujaran, cerita, dan karya kreatif, pengalaman manusia hadir melalui pilihan bahasa, susunan peristiwa, metafora, tokoh, ruang, konflik, serta cara sebuah makna dibentuk. Bahasa menjadi tempat pengalaman meninggalkan tanda, sedangkan imajinasi menjadi daya yang menyusun tanda itu menjadi dunia yang dapat dibaca.
Bahasa dan Imajinasi dikembangkan sebagai ruang kerja akademik-kreatif. Di dalamnya, penelitian, penulisan, model literasi, dan karya populer ditempatkan dalam satu lintasan: membaca pengalaman, menemukan pola, menyusun gagasan, lalu menghadirkannya kembali dalam bentuk teks, media, dan model yang dapat digunakan oleh pembaca, guru, peneliti, mahasiswa, orang tua, serta pendamping literasi.
Fokus Kajian dan Pengembangan

Imajinasi Populer: Proses Imajinasi Penulis Anak
IPOP atau Imajinasi Populer Penulis Anak menjadi salah satu pengembangan utama dalam ruang Bahasa dan Imajinasi. Model ini membaca bagaimana pengalaman, budaya populer, dan struktur kognitif naratif membentuk cerita anak.
Dalam IPOP, cerita anak dipahami sebagai ruang tempat pengalaman personal, simbol populer, dan struktur naratif bertemu. Anak menghadirkan sesuatu yang ia alami, rasakan, lihat, tonton, mainkan, baca, atau bayangkan, lalu menyusunnya menjadi tokoh, latar, konflik, dan resolusi.
IPOP dikembangkan dari penelitian disertasi dalam wilayah linguistik terapan. Jejaknya dapat dibaca melalui bahasa cerita anak: pilihan kata, tokoh yang dihadirkan, ruang yang dibangun, konflik yang dimunculkan, metafora yang digunakan, serta bentuk penyelesaian yang dipilih.
Untuk Siapa Bahasa dan Imajinasi?
